S E K K A U 82

Vicaksana Sakti Vira

Belajar Menghapal

Sebagai siswa seharusnya sudah siap untuk mendapat pelajaran yang begitu bertubi-tubi. Bisa jadi ini suatu kondisi untuk menciptakan siswa mampu mengambil keputusan dalam suatu aliran pekerjaan berkesinambungan, atau bisa juga dalam rangka mengejar sillabus agar tercapai jumlah mata pelajaran yang diajarkan dalam satu periode sekolah yang di tentukan. Tetapi tidak ada alasan bagi siswa untuk belum siap, semua siswa   dituntut  “sama” harus bisa mengumpulkan tugas pada waktu yang ditentukan.

Hari sabtu dan minggu yang seharusnya menikmati liburan, terpaksa diisi dengan lembur untuk mengerjakan tugas yang harus diserahkan pada hari Senin. Sehingga hari jumat adalah hari kasih sayang dimana lembar merah tugas dibagikan kepada siswa untuk dikerjakan. Maka tidak heran bila hari jumat juga adalah hari fotokopi. Apabila salah satu siswa mendapat sumber pustaka untuk bahan menyelesaikan tugas, maka siswa yang lain pun beramai-ramai minta digandakan agar dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan.

Ada siswa yang kreatif menghapal pelajaran dengan cara menulis ringkasan pelajaran dengan huruf kecil-kecil diatas lembaran kertas kecil yang dilipat sehingga sangat simple untuk dibawa kemana-mana dalam memudahkan menghapal pelajaran. Namun ini puuun juga tidak luput untuk difoto kopi diatas kertas kecil juga dan dilipat tetapi bukan cuma untuk menghapal, tetapi disimpan dalam tempat tersembunyi. Mengharap ketika dosen tidak melihat bisa coba-coba untuk menilik kertas tersebut dalam ujian yang dihadapi. Padahal dosen sudah faham dan khatam jenis-jenis kerpekan maupun gerak-gerik siswa yang resah dan gelisah menunggu kesempatan emas agar bisa menilik kertas kecilnya.

Ada siswa yang mampu menghapal dengan kondisi sepi, tetapi ada juga yang mencoba menghapal dengan suara keras, karena mungkin setelah dicoba menghapal dalam hati gak lengket juga. Kemampuan siswa dalam menerima pelajaran tentunya juga tidak sama, tetapi bagi siswa yang kurang memahami pelajaran disinilah saatnya untuk aktif menyelesaikan misinya dimana ujian yang dijalani dapat terjawab dengan sukses. Karena sebenarnya dengan mengerti pelajaran, menghapal aspek-aspek pengetahuan itu lebih mudah (nek coyo).

 

23 Juli 2019 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: